Rabeg, Makanan Olahan Khas Banten

Makanan Rabeg merupakan hidangan istimewa dan khas Banten ini lahir dari pernikahan antara kuah gurih manis dengan segarnya serai serta daun jeruk di tengah citarasa rempah semacam pala dan rempah lainnya seperti, cengkeh serta kayu manis, membalut lezatnya jeroan usus serta hati kambing dengan daging kambing yang empuk nikmat dimakan. Tidak hanya rasanya yang lezat serta gurih, santapan ini pula sarat hendak sejarah Banten Kesultanan Banten.

Rabeg, Makanan Olahan Khas Banten


Posisi Santapan Rabeg

Masakan khas Arab- Banten ini bisa ditemui di Serbu serta Cilegon, Provinsi Banten. Kamu bisa mencari warung tenda dengan tulisan“ Rabeg”. Tetapi, terdapat sebagian tempat yang memanglah telah kerap didatangi serta populer di warga.

Tempat- tempat tersebut ialah Pondok Makan Endah Sari di Jalur Jenderal Sudirman, Serbu; Rumah Makan Rabeg H. Naswi di Jalur Raya Mayor Syafe’ i, seberang rumah tahanan Kota Serbu. warung Rabeg Mang Sam di Komplek Arga Baja Pura, Jalur Argaraya E. 1 Nomor. 10 Kotasari, Grogol, Cilegon. tidak hanya di tempat tersebut, makana rabeg terletak di dekat masjid agung Cilegon


Asal Muasal Makamam Rabeg

Banyak cerita atau karangan tentang asal mula pembuatan santapan rabeg ini, pada saat Sultan Maulana Hasanuddin menunaikan ibadah haji. Dikala itu, Sultan Hasanuddin melewati suatu kota serta menepi di pelabuhana di tepi Laut Merah, kota tersebut bernama Rabiq( pula dieja selaku Rabigh).

Ini merupakan suatu kota kuno yang tadinya bernama Angkatan laut(AL) Johfa. Pada dini abad ke- 17, kota ini sirna sebab ombak, serta dibentuk kembali jadi kota indah dengan nama baru Rabiq. Sultan Banten sangat terkesan dengan keelokan kota itu. Dia pula pernah bersantap dengan lahap di kota tersebut sehabis berminggu- minggu mengarungi samudera.

Sepulang dari Mekkah, dengan kenangan tentang yang teringat di kota Rabiq di tanah suci itu membuat Sultan Banten memerintahkan juru masaknya di kesultanan Banten membuat memasak daging kambing.

Sebab tidak terdapat yang ketahui gimana metode memasak kambing semacam di Tanah Suci, jurumasak juga mereka- reka sendiri masakan kambing yang khas. Nyatanya, Sultan sangat menyukainya. Semenjak itu, masakan kambing empuk yang gurih serta beraoma harum itupun jadi sajian harus di istana kesultanan.

Formula masakan khas itu juga lama- lama dikenal oleh warga, serta jadi sajian terkenal yang harus muncul di tiap perhelatan. Tidak pelak lagi, nama Rabiq juga menempel pada masakan itu. Dalam perkembangannya, Rabiq juga berganti nama jadi Rabeg dengan membiasakan ejaan warga Banten.


Keistimewan dari Makana Rabeg

Keistimewaan masakan rabeg terletak pada kuahnya yang dibuat dari air murni yang diberi bumbu serta bumbu, semacam jahe, lada, serta cabe merah, yang berperan selaku penghangat badan.

Kuahnya bercorak coklat, akibat dari bercampurnya bermacam berbagai bumbu. Kuah tersebut dikira bisa kurangi isi lemak. Keistimewaan yang lain, rabeg pula dilengkapi dengan aneka lalapan semacam timun, wortel, serta kobis.

Aneka lalapan ini ialah hidangan yang dipercaya selaku penurun tekanan darah akibat komsumsi rabeg secara kelewatan. Sehingga para wisatawan tidak butuh takut dengan menaiknya tekanan darah sehabis menikmatinya.

Sampai saat ini, Rabeg masih jadi sajian terkenal di Provinsi Banten. Di Serbu, banyak warung serta rumah makan yang menyajikan masakan ini. Terdapat rumah makan yang menyajikan rabeg dari daging serta jerohan kambing, terdapat pula yang cuma menyajikan rabeg dari daging serta iga kambing.
kal

Wisata Cibaliung
Mengenalkan Budaya Indonesia dan Lokal | Berbagi Informasi Tentang Wisata

Related Posts

Post a Comment