Cerita Semar Di Tanah Jawa Pasukan Punokawan

1 komentar

Orang jawa jaman dahulu sangat familiar dengan tokoh yang bernama semar dalam dunia pemayangan. Semar merupakan pimpinan punokawanyang muncul untuk menenangkan situasi yang bergejolah atau kegaduhan. Punokawan ini merupakan tokoh penasihat para kesatria dalam pertunjukan wayang.



Makna dari nama-nama Punokawan

Tetapi yang kita lihat biasanya, tugas mereka hanya sekedar melucu untuk menghibur. Jika lebih dalam mereka memiliki peran dan makna yang penting memliki pesan yang dalam yang ingin disampaikan oleh seorang dalang.

Punokawan sendiri terdiri dari Semar, Gareng, Petruk dan Bagong). Dari nama nama itu mereka memiliki arti ”Sebarkan Kebaikan, Jauhi Kejahatan.”

Semar dipercaya berasal dari kata Syimar (Sebarkan), Petruk berasal dari kata Fatruki (kebaikan), Gareng berasal dari kata khairan (Jauhi) sedangkan Bagong berasal dari kata Bagho (Kejelekan).

Kisah sosok semar merupakan hasil dari cipta karya punjangga jawa dan banyak yang mengatakan bahwa Semar dan anak-anaknya merupakan tokok ciptaan Sunan Kali Jaga untuk melakukan penyebaran agama Islam. Karena pada saat itu sangat diperlukan untuk mendekatkan secara budaya. Jika hanya di iming-imingi masuk surga tidak akan mempan.

Tetapi ada yang menyebutkan bahwa semar dan kawan-kawannya merupakan lelembut. Benarkah seperti itu? Untuk yang tau jawabannya Komen yaa !! kapakah ada versi-versi yang lain.
Wisata Cibaliung
Mengenalkan Budaya Indonesia dan Lokal | Berbagi Informasi Tentang Wisata

Related Posts

1 komentar

Posting Komentar