Makna Bacakan Di Banten

Babacakan, sebutan ini tidak heran lagi di Banten. Bacakan ini ialah kegiatan hidangan makan yang dialami oleh bersama dalam wadah yang besar. Bacakan dapat diidenntikan dengan rasa bersyukur atas apa yang didapatkan ataupun bisa jadi yang di mau telah tercapai.


Makna Bacakan Di Banten


Bacakan, umumnya memperkenalkan hidangan yang umum dimakan ialah nasi, ataupun tumpeng beseta lauk pauknya. terdapat yang unik dari bacakan ini. Bacakan tidak memakai perlengkapan bantu semacam piring umumnya. Serta pada umumnya, bacakan memperkenalkan makanan

semacam urab selaku suatu yang khas serta butuh terdapat dalam kegiatan bacakan tersebut.


Tatakrama dalam Bacakan

Tatakrama dalam bacakan diawali dengan doa hingga berakhir, buat yang nantinya dibagikan kepada tiap orang ataupun dinikmati secara bersama sama dengan orang terdekat ataupun bukan. Kegiatan bacakan dijadikan penumbuhan kebersamaan serta keyakinan untuk sebagian orag. Keyakinan yang diartikan bukan keyakinan kepada Tuhan, namun keyakinan terhadap sesama buat membangun kemistri ataupun jalinan antar manusia yang hidup secara sosial yang memerlukan saru sama yang lain.


Semacam Apa Bacakan itu?

Babacakan di Banten sering memperkenalkan menu nasi yang ditaruh di atas daun pisang. Tetapi, sangat tidak sering sajian Babacakan dalam wujud congcor ataupun tumpeng. Babacakan diiringi oleh minimun 2 ataupun 3 orang. Terus menjadi banyak partisipan yang turut hingga hendak terus menjadi meriah tradisi makan bersama tersebut. Pola makan Babacakan dicoba umumnya dengan metode memanjang. Maksudnya, partisipan bisa makan secara berhadap- hadapan.

Pola ini paling utama diiringi oleh partisipan yang lebih sedikit serta lebih bertabiat tradisional sebab memakai daun pisang selaku media alas makannya.

Berlainan halnya dengan Babacakan dengan partisipan yang lebih banyak. Dikala menyantap hidangan mereka sering memakai pola ngariung( berkumpul membentuk bundaran) secara berkelompok.


Tradisi Makan Bersama

Tradisi santapan ini tidak terdapat jenjang diantara mereka. Seluruh statusnya dikira sama sebab budaya ini mencerminkan semangat gotong royong serta kerukuran dalam bermasyarakat.

Saat sebelum mulai menikmati santapan, seluruh para undangan diberdoa, mudah- mudahan anak yang dibuatkan bancakan diharapkan hidupnya hendak senantiasa dilimpahkan dengan kebaikan, keberkahan, kesehatan serta berguna untuk sesama.

Jadi, seperti itu iktikad serta tujuan dalam kegiatan bacakan sebagaimana makna dan iktikad serta tujuannya. Wujud dari keakraban serta menjalakan silaturahmi antar sesama manusia.
Wisata Cibaliung
Mengenalkan Budaya Indonesia dan Lokal | Berbagi Informasi Tentang Wisata

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar