Panjang Mulud, Kearifan Lokal di Banten

Apa Itu Ngarak?

Ngarak atau yang sering kita pahami dengan perayaan merupakan istilah yang digunakan di Banten. Ngarak merupakan tradisi keagaan yang khas di Banten. Ngarak yang sering di rayakan oleh masyarakat Banten adalah Panjang Mulud. Panjang Mulud ini salah satu acara yang di selenggarakan setiap tahunnya dan menjadi tradisi Banten untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Biasanya ngarak ini menghiasai benda yang diberi isi dan dipertontonkan melalui arak-arakan.


Panjang Mulud, Kearifan Lokal di Banten

Arakan Panjang Mulud biasanya menampilkan kapal panjang dan dihiasai dengan pernak Pernik bahkan uang kertas. Kenapa harus kapal?? Kapal diidentikan dengan kapal milik kesultanan Banten.


Sebagai Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Istilah dalam perayaan Kelahiran Nabi Muhammad  SAW merupakan istilah Muludan. Hal ini menjadi menarik dari acara peringatan ini. Adanya perpaduan dan pencampuran antara unsur kebudayaan lokal sekaligus agama sebagai dasar perwujudannya  untuk bersedekah. Perayaan ini tidak terlepas dari pro dan kontra dan menjadi perdebatan yang tidak ada habisnya. Memang secara logika jika di kaitkan, bersedekah tidak hanya dengan acara arakan Panjang Mulud seperti ini. 

Dahulu, para pemuka agama dalam menyebarkan agama islam perlu menyesuaikan dengan budaya yang ada di daerah tersebut. Alasannya untuk mengajak masyarakat masuk Islam mengikuti budaya dan membaur dengan masyarakat tersebut.


Nilai Yang Terkandung Pada Acara Muludan

Pada acara ini secara tidak langsung terselip budaya yang memiliki nilai Budaya besar. Nilai Budaya yang dimaksud adalah gotong royong dalam membuat Panjang. Nilai Kepemimpinan, dengan adanya peran Kiayi dan Tokok Agama yang sangat didominasi pada acara tersebut. Kreatifitas masyarakat dimunculkan dalam membuat panjang dan mengadakan acara dengan Nilai Budaya yang muncul.

 

Isi Dari Hiasan Untuk Arakan

Seiring berkembangnya jaman dan kreatifitas masyarakat, ngarak ini dihiasi bukan hanya dengan bentuk kapal, tetapi miniature masjid, ka’bah, unta dan Menara. Umumnya, benda yang dibawa oleh para pengarak seperti berbagai bahan makanan pokok, peralatan rumah tangga, sepeda motor, uang, pakaian dan lain sebagainya. Isi dari pajangan kadangkala menggambarkan potensi wilayah.


Panjang Mulud, Kearifan Lokal di Banten


Tak boleh ketinggalan adalah telur rebus dalam bentuk pentul (telur dalam “tas kertas”) atau rancang (telur dalam bunga kertas dan ditusuk bambu).
 
Selain bentuk panjang tersebut, ada panjang berupa bakul yang berisi nasi, lengkap dengan lauk pauknya. Saat ini panjang bakul hanya masih ada di beberapa kampung, seperti di antaranya di Kampung Kepuren dan Kampung Majilawang Kecamatan Taktakan

 

Makna Dari Benda yang di Sediakan

Masyarakat Banten meyakini bahwa acara  arakan ini merupakan sebagai ajang sedekah karena isi dari pajangan yang dibawa akan dibagikan kepada banyak orang. Tak heran, ada yang membuat pajangan yang panjang dan menghabiskan dana berjuta bahkan berpuluhan juta rupiah dan sampai ada yang memberanikan diri untuk berhutang. Dan mereka meyakini bahwa barang yang dikeluarkan akan kembali ke pemilik dengan jumlah yang begitu besar.

Persepsi ini tidak jauh dengan ajaran agama islam yang mengajak orang untuk berani bersedekah kepada masyrakat dengan kemasan yang menarik.

Tradisi ini biasanya dihabiskan pada malam menjelang Ngarak untuk pembuatannya. Panjang Mulud, suasana kampung ramai karena masing-masing penghuni rumah terjaga. Bersamaan dengan pembuatan panjang di rumah-rumah, di masjid utama yang ada di kampung, dilaksanakan pembacaan salawat. 

Panjang yang sudah selesai dibuat, diletakkan di teras atau di halaman rumah masing-masing. Saat ini sudah ada penjual panjang. Sepanjang bulan Mulud, penjual bisa menerima pesanan sekitar 200 panjang. Harganya bergantung dari ukuran dan bentuknya. Bagi mereka yang membeli panjang tinggal mengisi panjangannya.


Itulah Tradisi Ngarak Panjang Mulud pada perayaan untuk memperingati masyarakat Banten dalam bersedekah. Dan ini menjadi tradisi di Banten dan menjadi acara tahunan yang diselenggarakan oleh masyarakat Banten. Menarik bukan untuk berkunjung ke Banten??
Wisata Cibaliung
Mengenalkan Budaya Indonesia dan Lokal | Berbagi Informasi Tentang Wisata

Related Posts

Post a Comment