Budaya Bahasa Kasar Berada Di Banten

Noted:

*PENGGUNAAN KATA BEDUL (BABI) SEBAGAI INTEGRITAS DAN IDENTITAS MASYARAKAT KAMPUNG CIBAYONI DESA KERTAJAYA KECAMATAN SUMUR-PANDEGLANG



Penulis: Ari Abdurahman


Kampung cibayoni, sebuah desa yang terletak di kabupaten pandeglang tepatnya di desa kertajaya kecamatan sumur ini memiliki banyak sekali kosa kata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunan kata yang tidak lazim dan terdengar lebih sedikit bisa dibilang sangat kasar, ini menyebabkan integritas masyarakat semakin meningkat,mengapa demikian?


Budaya Bahasa Unik Yang Ada Di Banten



Desa yang terletak di kecamatan sumur merupakan desa yang bisa dibilang dengan desa yang paling unik. mengapa demikian?, karena pada umumnya penggunaan kata bedul maupun semacamnya,yang bisa dibilang sangat kasar terkesan akan memicu persilisihan dan bahkan sampai kepada arah disintegrasi antar sesama masyarakat desa kertajaya. Mengapa hal demikian bisa terjadi?

"Urang mah sabenernamah rada risih oge Ketika aya nu ngucapkan kata bedul bangsat anjing,karena biasana eta mah lebih ka arah ngulunjak". Ujar kemod (nama samaran) dalam Bahasa sunda kulon. 
Jika penulis mengartikannya dalam Bahasa Indonesia, kita sebenarnya riskan terhadapa penggunaan, peneyebutan kata seperti babi, bangsat, anjing, karena ucapan kata tersebut seolah-olah lebih kepada arah perpecahan masyarakat. Hal yang paling fundamental dalam Penggunaan pada kata bedul,,makna yang sebenaranya terjadi di lapangan sebenarnya lebih di peruntukan untuk orang-orang yang bisa dibilang teman sekawan,serta memiliki rasa kekeluargaan yang utuh dengan a sense of belonging (rasa saling memiliki).
Lantas kemudian bagaimana hal ini bisa mendasari sebagai wajah dari integritas dan identitas masyarakat kampung cibayoni kecamatan sumur pandeglang-banten.Dengan menggunakan penulisan kualititaif deskriptif penulis mencoba mengargumentasikan melalui tulisan ini. dengan mengulik lebih dalam mengenai penggunaan kata bedul yang sewajarnya dipakai dalam menciptakan integritas dan identitas masyarakat kampung cibayoni itu sendiri. Maka penulis mengajak lebih dalam lagi kepada pembaca agar tulisan ini dapat diterima dan tidak multitafsir dalam memaknai kata bedul itu sendiri.

Identitas dan integritas begitulah kedua makna dari kata bedul bangsat, kata yang kemudian termarjinalisasi dalam kehidupan bermasyarakat tepatnya pada kampung cibayoni desa kertajaya kecamatan sumur kabupaten Pandegalng-Banten ini, seakan menjadi batu sandaran dalam menciptakan identitas dan integritas, mengapa hal demikian bisa dikatakan sebuah identitas? Mengapa harus kata bukan budaya? Seperti tarian adat atau lain sebagainya misalnya?. Mengapa hal harus kata bedul?.
Pada dasarnya  penggunaan kata bedul dan sejenis kata kasar lainnya, sangat lazim digunakan karena, bedul (babi) merupakan penganalogian kata dalam mengungkapkan rasa kesal, rasa akrab, yang dalam penggunaanya tidak mengurangi rasa a sense of belonging antar sesama seperti teman dekat atau yang lainnya yang menggunakan kata tersebut dengan tujuan pengakraban diri. dengan begitu tidak ada hal yang mesti dipermasalahkan lebih jauh lagi. Ketika kata bedul dan sejenis kata kasar lainnya bersatu maka akan menciptakan keragaam kata kasar lainnya tanpa menghilangkan rasa sense of belonging itu sendiri.
"Urangmah teunanaen kata eta bedul bangsat diucapkeun, ngeun wayahna kudu jeung sapantaran lamun heunteu jeng babaturan deket supaya hnte konflik. tapi rata-rata didieumah bedul bagong bae geh geus teu masalah karena ges dareket mantakna ieumah ges jadi ciri khas kampung ieu".ujar sarboah (nama samaran) dalam Bahasa sunda kulon. 
Dalam Bahasa Indonesia kita gak masalah kata-kata kasar bedul bangsat di ucapkan tapi harus sesuai dengan sasarannya atau teman sebaya agar tidak terjadi konflik, akan tetapi kegiatan penggunaan kata tersebut sudah mandarah daging sehingga menjadi ciri khas kampung tersebut dalam menggunakan kata kasar itu sendiri. Dengan begitu bentuk dari identitas dan integritas tidak selalu berbicara tentang budaayanya apa, apa yang menjadi budaya, sehingga dalam membentuk identitas dan integritas kita bisa melalui kata itu sendiri.
Maka dengan begitu kegiatan dalam pengucapan kata kasar seperti bedul bisa sangat digunakan dalam kehidupan bermasyarakat husunya di masayarakat kampung cibayoni tanpa adanya larangan karena pada dasarnya masyarakat menggap hal itu adalah sesuatu yang lumrah sesuai dengan situasi dan kondisi selagi itu tidak menghina merugikan pihak manapun. Dengan begitu kata bedul, dan kata kasar lainnya adalah bentuk dari makna kata integritas dan identitas kampung cibayoni itu sendiri yang sudah di anggap lumrah oleh masyarakat setempat.
    
    Akan tetapi meskipun hal itu lazim atau lumrah diucapkan yang menjadikan kata tersebut sebagai makna dari integritas dan identitas, pengucapakan kata tersebut harus sesuai dengan situasi dan kondisi serta dengan melihat lawan bicara dalam mengungkapkan kata kasar tesebut. Dengan demikian satu satunya kunci dari akar pembahasan dalam tulisan kali inni adalah bentuk dari identitas dan integritas tidak selalu berbicara tentang budayanya apa, apa yang menjadi budaya. sehingga dalam membentuk identitas dan integritas kita bisa melalui kata kasar seklipun yang menjadikannya budaya dan bagian dari integritas masyarakat itu sendiri.
Wisata Cibaliung
Mengenalkan Budaya Indonesia dan Lokal | Berbagi Informasi Tentang Wisata

Related Posts

4 comments

  1. Baru tau gua di sumur ada budaya ini, menjadi integritas yang cukup mengesankan sepertinya. ini di daerah sumur, Ujung Kulon kan ya?

    ReplyDelete
  2. Bagus!! lumayan bisa jadi referensi

    ReplyDelete

Post a Comment